STUDI ETNO-ORNITOLOGI DI PASAR BURUNG TASIKMALAYA SEBAGAI SUPLEMEN SUMBER BELAJAR BIOLOGI (Studi Kasus di Pasar Burung Cikurubuk, Tasikmalaya, Jawa Barat)

SILVIA, SILVIA (2022) STUDI ETNO-ORNITOLOGI DI PASAR BURUNG TASIKMALAYA SEBAGAI SUPLEMEN SUMBER BELAJAR BIOLOGI (Studi Kasus di Pasar Burung Cikurubuk, Tasikmalaya, Jawa Barat). Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.

[img] Text
COVER.pdf

Download (17kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (78kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (923kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR, UCAPAN TERIMA KASIH, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR LAMPIRAN.pdf

Download (147kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (97kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (743kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (628kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (901kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (75kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (97kB)

Abstract

ABSTRAK SILVIA. 2022. Studi Etno-Ornitologi di Pasar Burung Tasikmalaya Sebagai Suplemen Sumber Belajar Biologi (Studi Kasus di Pasar Burung Cikurubuk, Tasikmalaya, Jawa Barat). Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kajian etno-ornitologi di Pasar Burung Cikurubuk, Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif berjenis studi kasus. Subjek pada penelitian ini yaitu pedagang burung di Pasar Burung Cikurubuk, Tasikmalaya, yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021-Juli 2022, dengan data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara semiterstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebanyak 1671 individu burung yang terdiri dari 74 spesies dan 32 famili. Nama lokal burung diberikan berdasarkan kicauan burung, warna bulu, dan karakteristik fisik lainnya pada burung. Harga jual burung ditetapkan berdasarkan faktor-faktor seperti kicauan, warna bulu, jenis kelamin, usia, dan asal burung. Terdapat 6 bentuk pemanfaatan burung, yaitu digunakan sebagai hewan peliharaan, digunakan dalam acara wisuda dan pernikahan, bahan makanan sekunder, serta diikutsertakan dalam lomba kicau dan lomba balap terbang, dengan nilai Use Value (UV) berkisar 0,03 – 0,56. Berdasarkan red list IUCN, sebanyak 60 spesies burung masuk ke dalam kategori Least Concern (LC), 6 spesies masuk ke dalam kategori Near Threatened (NT), 2 spesies masuk ke dalam kategori Vulnerable (VU), 3 spesies masuk ke dalam kategori Endangered (EN), dan 1 spesies masuk ke dalam kategori Critically Endangered (CR). Sebanyak 1 spesies burung masuk ke dalam daftar apendiks I, 5 spesies masuk ke dalam daftar apendiks II, dan 68 spesies tidak terdapat dalam daftar apendiks CITES, serta sebanyak 9 spesies dilindungi oleh PERMEN LHK P. 106/2018. Data-data yang didapat dalam penelitian ini dikemas dalam bentuk booklet yang akan digunakan sebagai suplemen sumber belajar biologi. Kata kunci: Burung, Etno-ornitologi, Pasar Burung, Tasikmalaya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Dedi Natawijaya .
Date Deposited: 09 Sep 2022 08:20
Last Modified: 09 Sep 2022 08:20
URI: http://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6502

Actions (login required)

View Item View Item