PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max. L. Merill) PADA LAHAN TERDAMPAK PERTAMBANGAN EMAS DI KECAMATAN KARANGJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA

SURYAMAN, RESTU AHRIZ JULIAN (2019) PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max. L. Merill) PADA LAHAN TERDAMPAK PERTAMBANGAN EMAS DI KECAMATAN KARANGJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA. Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.

[img] Text
2. COVER DALAM.pdf

Download (25kB)
[img] Text
3. LAMPIRAN SKRIPSI.pdf

Download (364kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (21kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (295kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (420kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (453kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (144kB)
[img] Text
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (287kB)

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max. L. Merill) PADA LAHAN TERDAMPAK PERTAMBANGAN EMAS DI KECAMATAN KARANGJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA Oleh: Restu Ahriz Julian Suryaman 155001132 Dosen Pembimbing: Rudi Priyadi Yaya Sunarya Kebutuhan kedelai setiap tahun bertambah seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya protein untuk kesehatan tetapi tidak disertai dengan peningkatan produksi kedelai dalam negeri sehingga kebutuhan belum dapat tercukupi. Salah satu usaha yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan melakukan ekstensifikasi lahan. Penelitian ini dilaksakan pada bulan Juni sampai bulan September 2019 bertempat di Dusun Citambal, Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk hayati dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang kedelai pada lahan terdampak pertambangan emas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi pupuk hayati dengan 4 taraf perlakuan, yaitu 0 ml/L, 10 ml/L, 20 ml/L, dan 30 ml/L. Faktor kedua adalah dosis penggunaan pupuk organik dengan 4 taraf, yaitu 0 t/ha, 2,5 t/ha, 5,0 t/ha, dan 7,5t/ha. Data diuji dengan analisis varian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk hayati dan pupuk organik terhadap setiap parameter pengamatan. Tetapi, dosis pupuk organik secara mandiri berpengaruh terhadap jumlah polong per-tanaman. Kata kunci: Karangjaya Tasikmalaya, kedelai, pertambangan emas, pupuk hayati, dan pupuk organik

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Dedi Natawijaya .
Date Deposited: 10 Feb 2022 02:11
Last Modified: 10 Feb 2022 02:11
URI: http://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4582

Actions (login required)

View Item View Item