PENGARUH KONSENTRASI 6-BENZYL AMINO PURINE DAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS DAN INISIASI PEMBUNGAAN IN VITRO KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ramat) VARIETAS PUSPITA NUSANTARA

SUCILIANI, HENI (2019) PENGARUH KONSENTRASI 6-BENZYL AMINO PURINE DAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS DAN INISIASI PEMBUNGAAN IN VITRO KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ramat) VARIETAS PUSPITA NUSANTARA. Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.

[img] Text
SKRIPSI_Heni Suciliani.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (995kB)

Abstract

PENGARUH KONSENTRASI 6-BENZYL AMINO PURINE DAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS DAN INISIASI PEMBUNGAAN IN VITRO KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ramat) VARIETAS PUSPITA NUSANTARA Oleh Heni Suciliani NPM 155001056 Dosen Pembimbing : Adam Saepudin Darul Zumani ABSTRAK Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat) merupakan salah satu komoditas tanaman hias bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Salah satu varietas krisan unggul di Indonesia adalah Puspita Nusantara. Kultur jaringan merupakan usaha yang umum dilakukan untuk memelihara bibit dari degenerasi mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara BAP (6-Benzyl Amino Purine) dan paclobutrazol (PBZ) yang terbaik dalam memacu multiplikasi dan pembungaan in vitro krisan. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah BAP terdiri dari tiga taraf yaitu b0 (kontrol), b1 (0,5 ppm), dan b2 (1 ppm), dan faktor kedua adalah konsentrasi PBZ terdiri dari empat taraf yaitu p0 (kontrol), p1 (0,5 ppm), p2 (1 ppm) dan p3 (1,5 ppm). Total terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis ragam (anova) dan jika perlakuan menunjukkan perbedaan nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan pada 5% guna mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BAP 0,5 ppm dengan PBZ 0,5 ppm mampu menginisiasi pembungaan krisan in vitro, interaksi BAP 0,5 ppm dengan PBZ 0,5 ppm menunjukkan planlet paling tinggi. Konsentrasi BAP 1 ppm dengan PBZ 0,5 ppm menghasilkan jumlah daun paling tinggi. Sedangkan jumlah akar tertinggi diperoleh pada interaksi antara BAP 0 ppm dengan PBZ 1,5 ppm. Penambahan BAP 1 ppm kedalam media dapat meningkatkan jumlah tunas, waktu muncul tunas, daun maupun akar. Kata kunci : krisan, multiplikasi, pembungaan in vitro, BAP, paclobutrazol

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Dedi Natawijaya .
Date Deposited: 27 Jan 2022 07:33
Last Modified: 27 Jan 2022 07:33
URI: http://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4314

Actions (login required)

View Item View Item