MANAJEMEN PENYELENGGARA PANGAN INSTITUSI DALAM PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (STUDI DI PONDOK PESANTREN AL URWATUL WUSTHA DAN SMA PLUS AMANAH MUHAMMADIYAH KOTA TASIKMALAYA)

Maryani, Pipit (2021) MANAJEMEN PENYELENGGARA PANGAN INSTITUSI DALAM PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (STUDI DI PONDOK PESANTREN AL URWATUL WUSTHA DAN SMA PLUS AMANAH MUHAMMADIYAH KOTA TASIKMALAYA). Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.

[img] Text
SKRIPSI_PIPIT MARYANI_16101089.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Anemia menyerang berbagai usia, namun prevalensi tertinggi menyerang kepada wanita hamil dan remaja putri. Upaya untuk mengurangi risiko terjadi anemia pada remaja putri salah satunya adalah dengan memperhatikan pola makanan yang dikonsumsi. Sistem pendidikan pondok pesantren memiliki kurikulum yang mengharuskan para santrinya untuk tinggal menetap di dalam pondok selama kegiatan belajar. Manajemen penyelenggara makanan institusi terdiri dari input, proses dan output. Tujuan Penelitian ini untuk menggambarkan manajemen penyelenggara pangan institusi di Pondok Pesantren Al Urwatul Wustha dan SMA Plus Amanah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penentuan informan melalui metode purposive sampling yang terdiri dari informan kunci dan informan triangulasi. Hasil penelitian Pondok Pesantren Al Urwatul Wustha memilki satu tenaga ahli sebagai menyusun menu yaitu Bendahara Pesantren, dua orang tenaga pelaksana tenaga pembantu yaitu dari regu kerja santriwati Nominal dana untuk makan santri Rp 350.000,-. Menu makanan yang ada di Pesantren Al Urwatul Wushta belum memenuhi standar rekomendasi AKG, terutama pada Energi hanya terpenuhi 28%, Protein 21%, Lemak 19% dan Zat Besi 15%. SMA Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah tenaga penyelenggara terdapat Kepala Dapur, tenaga ahli terdapat Ahli Gizi tenaga pelaksana terdapat tiga orang dan dua orang tenaga pembantu. Nominal dana untuk makan adalah Rp 450.000,-. Pesantren Amanah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya belum memenuhi standar AKG pada Protein 71,2%, Lemak 39,7% dan Zat Besi 50,9%, sedangkan untuk Energi hampir terpenuhi dengan nilai 97,9%. Simpulan untuk kedua pesantren menambahan menu makanan mengandung zat besi disarankan, karena intake zat besi harian masih kurang untuk mencegah anemia pada remaja putri. Kata kunci : Anemia, Remaja, Manajemen Penyelenggara Pangan, Pesantren

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Rema Puri Irma Sri Katon
Date Deposited: 25 Nov 2021 12:45
Last Modified: 25 Nov 2021 12:45
URI: http://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/2999

Actions (login required)

View Item View Item