ROSDIANA, DIANA (2024) EFEKTIVITAS KOMBINASI KONSENTRASI EKSTRAK TEKI (Cyperus rotundus L.) DAN DAUN BABADOTAN DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA Colletotrichum sp. PADA BUAH CABAI MERAH (Capsicum annum L.). Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.
Text
1. COVER.pdf Download (201kB) |
|
Text
2. PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT.pdf Download (317kB) |
|
Text
3. ABSTRAK.pdf Download (211kB) |
|
Text
4. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (228kB) |
|
Text
5. KATA PENGANTAR.pdf Download (180kB) |
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (211kB) |
|
Text
7. BAB 1.pdf Download (192kB) |
|
Text
8. BAB 2.pdf Download (270kB) |
|
Text
9. BAB 3.pdf Download (260kB) |
|
Text
10. BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (377kB) |
|
Text
11. BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (179kB) |
|
Text
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (224kB) |
|
Text
13. LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Text
14. RIWAYAT HIDUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (139kB) |
Abstract
Cendawan Colletotrichum sp. merupakan salah satu penyakit utama dalam budidaya cabai karena dapat menurunkan produktivitas baik kuantitas maupun kualitas buah cabai. Pengendalian penyakit antraknosa umumnya menggunakan pestisida sintetis. Penggunaan pestisida sintetis secara terus menerus berdampak negatif terhadap lingkungan dan hasil, sehingga diperlukan senyawa alternatif untuk mengendalikan cendawan patogen tersebut, diantaranya dengan menggunakan fungisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak tumbuhan teki dan daun babadotan serta efektivitasnya dalam mengendalikan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum sp. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F dan jika terdapat perbedaan antara perlakuan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan serta Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak tumbuhan teki dan ekstrak daun babadotan dapat menekan pertumbuhan, sporulasi Colletotrichum sp. secara in vitro dan keparahan penyakit antraknosa pada buah cabai secara in vivo. Perlakuan kombinasi konsentrasi ekstrak paling efektif dalam menghambat infeksi penyakit antraknosa pada buah cabai yaitu pada kombinasi ekstrak teki 150ml/l + ekstrak daun babadotan 200ml/l. Kata kunci: Antraknosa, babadotan, Colletotrichum sp., cabai merah, teki
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
Depositing User: | Lelis Masridah |
Date Deposited: | 31 Jul 2024 03:05 |
Last Modified: | 31 Jul 2024 03:05 |
URI: | http://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/12797 |
Actions (login required)
View Item |