PENGARUH JENIS PELARUT DAN KONSENTRASI EKSTRAK KULIT MANGGIS SEBAGAI BAHAN SEED COATING TERHADAP VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max L.) DI PENYIMPANAN

Yusuf Rizal, Muchammad (2019) PENGARUH JENIS PELARUT DAN KONSENTRASI EKSTRAK KULIT MANGGIS SEBAGAI BAHAN SEED COATING TERHADAP VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max L.) DI PENYIMPANAN. Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.

[img] Text
1. COVER (Kedelai).pdf

Download (15kB)
[img] Text
4 ABSTRAK.pdf

Download (91kB)
[img] Text
5. KATA PENGANTAR (Kedelai).pdf

Download (273kB)
[img] Text
6. DAFTAR ISI (Kedelai).pdf

Download (98kB)
[img] Text
7. BAB I (Kedelai).pdf

Download (205kB)
[img] Text
8. BAB II (Kedelai).pdf

Download (138kB)
[img] Text
9. BAB III (Kedelai).pdf

Download (343kB)
[img] Text
10. BAB IV (Kedelai).pdf
Restricted to Registered users only

Download (266kB)
[img] Text
11. BAB V (Kedelai).pdf
Restricted to Registered users only

Download (88kB)
[img] Text
12. DAFTAR PUSTAKA (Kedelai).pdf

Download (103kB)

Abstract

Penyebab rendahnya hasil penanaman kedelai adalah penggunaan benih yang kurang bermutu dan tidak unggul, salah satu solusinya adalah dengan perlakuan seed coating dengan ekstrak kulit manggis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pelarut dan konsentrasi ekstrak kulit manggis yang tepat untuk mempertahankan viabilitas benih kedelai. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Produksi dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi pada Bulan Maret sampai Oktober 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 3 ulangan dan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis pelarut (p), yaitu : pelarut air dan pelarut metanol. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak kulit manggis (k), yaitu : 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Penanaman dilakukan 2 kali, yaitu pada benih yang disimpan 3 bulan dan 6 bulan. Untuk mengetahui hasil penelitian, data diuji dengan uji F yang dilanjutkan dengan uji Duncan serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada parameterparameter yang terjadi interaksi, pada sebagian besar taraf perlakuan konsentrasi ekstrak kulit manggis, pelarut metanol menunjukkan nilai yang lebih baik dibandingkan pelarut air, dan pada taraf jenis pelarut yang sama ada kecenderungan semakin tinggi konsentrasi semakin baik pula nilai data pengamatan tersebut. Konsentrasi ekstrak kulit manggis terbaik adalah 20% dan dapat mempertahankan viabilitas benih kedelai sampai enam bulan. Kata Kunci : Seed coating, benih kedelai, viabilitas, ekstrak kulit manggis

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Lelis Masridah
Date Deposited: 31 Jul 2019 04:01
Last Modified: 13 Aug 2019 07:08
URI: http://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/110

Actions (login required)

View Item View Item